Sabtu, 18 Feb 2017, 12:15:02 WIB, 232 View Hafiz, Kategori : Inspirasi


Satuem.com - Harta dan tahta adalah ujian dunia yang kadang tak terasa oleh kita. Saking tidak terasanya, cuma punya uang Rp 2000 sekarang mungkin kita merasa paling bokek sedunia. Padahal, uang sejumlah itu mungkin sangat diinginkan anak pemulung di kolong jembatan hanya sekedar untuk beli air minum.

Kadang-kadang, kita memang harus diingatkan dengan keadaan orang lain, agar kita sadar betapa lebih beruntungnya hidup yang kita jalani. Seperti ironi dua potret kehidupan berikut ini.

Saat 1% saja orang-orang merasakan nikmatnya kemewahan di dunia

Kemewahan dunia hanya milik kalangan tertentu saja

…sisanya ada mereka-mereka yang sedang mengais keberuntungan di kolong terjorok demi bertahan hidup.

Mereka yang mengais rejeki

Bersyukurlah kalau punya rumah dengan tembok yang kokoh,

Rumah yang kokoh

karena rumah mereka ditiup saja sudah roboh.

rumah reyot

Atau mereka yang dengan kerelaan (mungkin juga keterpaksaan) berbagi dengan yang lainnya.

Ada yang rumahnya harus berbagi dengan kandang

Ada anak-anak yang sejak bayi berlimpah kasih sayang dan kemewahan

Bayi yang sejak kecil diberi barang mewah

ada mereka yang sejak kecil diajak banting tulang demi bisa makan.

Kalau mau makan, ya kerja nak

Main game? Apa itu main game?

Main game

Ada permainan kehidupan yang lebih serius dan menantang harus kami hadapi.

Tidak sempat kami mikir untuk main video game

Dan selalu bersyukurlah dengan apa yang bisa kita makan..

Syukuilah makananmu

Mungkin jauh lebih layak dari apa yang bisa mereka temukan.

Tidak semua orang bisa merasakan makanan baru

Ya, tidak semua makanan itu enak. Maka pilih, ambil secukupnya dan habiskan makanan kita.

Jangan ada sisa makanan di antara kita, karena besar sekali arti sebutir nasi bagi mereka

Saat kita sempat mikir buat beli sepatu mahal, fancy, warna-warni dan harganya bikin gengsi

Sepatu fancy harga bergengsi

Buat mereka sih sudah mewah banget yang seperti ini

 

Sepatu mewah mereka

Memang sih foto-foto ini ada di Tiongkok. Tapi kondisi yang sama juga ada di sekitar kita, di negara ini. Ada si kaya ialah untuk membantu yang miskin. Ada si miskin adalah untuk mengingatkan yang punya lebih untuk selalu berpijak pada tanah dan ingat untuk merendah.



  Tentang Penulis

by : Hafiz
Saye jak urang sempadian, di sambas sinun... hehehe



Senin, 10 Jul 2017, 21:42:59 WIB Oleh : Hafiz 151 Kali Sebuah Renungan Mudik: Pergi Disyukurin, Lewat Disumpahin, Datang Dinyinyirin


Silahkan Buat akun atau Login untuk Berkomentar dari web!

0 Comment


Oleh : Hafiz 4 Putri Cantik Ustadz ini Berhasil Bikin Pria Berucap Masha Allah Pada : Selasa, 21 Feb 2017, 13:26:26 WIB 1308 Kali

Satuem.com - Banyak yang berpendapat bahwa seorang perempuan boleh dibilang cantik bila dia mampu...


Oleh : Hafiz 5 Preman Bengis Ini Ternyata Juga Baik Hati Pada : Sabtu, 18 Feb 2017, 12:08:36 WIB 386 Kali

Satuem.com - Dunia preman memang terkenal dengan jajaran orang-orang bengis. Beberapa sudah...


Oleh : Hafiz 5 Potret Rumah Ibadah Saling Berdampingan Ini Bukti Kerukunan Umat Beragama di Indonesia Pada : Kamis, 23 Feb 2017, 20:21:46 WIB 384 Kali

Satuem.com - Masalah gesekan antar agama sepertinya sudah menjadi hal yang sensitif akhir-akhir...