Kamis, 23 Feb 2017, 20:21:46 WIB, 277 View Hafiz, Kategori : Inspirasi


Satuem.com - Masalah gesekan antar agama sepertinya sudah menjadi hal yang sensitif akhir-akhir ini. Hal tersebut bukan hanya terjadi di negara besar seperti Amerika saja, melainkan di negara kita juga. Bukan rahasia lagi bahwa belakangan ini masyarakat Indonesia mudah terpancing dengan sedikit cuitan tentang agama yang mungkin maksudnya tidak se ekstrim yang dibayangkan.

Hal seperti itu yang kemudian membuat kita bertanya-tanya sebenarnya apakah masih ada hal sesederhana kerukunan antar umat beragama di dunia ini, bahkan di Indonesia yang lingkupnya lebih kecil? Melihat rusuhnya isu agama di luar seakan memperlihatkan praktek kerukunan yang semakin berkurang.

Tetapi tahukah kalian bahwa di luar itu semua ternyata kita, di Indonesia masih bisa menikmati indahnya kerukunan yang tercermin dari tempat ibadah. Ada beberapa daerah di negara ini di mana kita bisa menemukan lokasi tempat ibadah lintas agama yang terletak dalam satu kompleks, dan berikut adalah lima diantaranya.

Puja Mandala, Bali

Mayoritas orang dari negara lain mengenal Indonesia dari Bali, karena daerah ini memang paling sering dikunjungi wisatawan sebab alamnya yang indah. Mungkin Bali juga bisa mewakili masalah pluralitas agama di Indonesia dengan kompleks Puja Mandala nya. Puja Mandala adalah kompleks rumah ibadah yang khusus dibangun di daerah Nusa Dua, tepatnya di kawasan Bukit Kampial.

 

Puja Mandala

Kompleks ini dapat terlihat saat wisatawan melakukan perjalanan dari Tanjung Benoa menuju GWK. Di dalam kompleks, kita akan disambut oleh tempat ibadah lima agama sekaligus, yaitu Masjid Agung, Gereja Katolik, Vihara Buddha, Gereja Protestan, dan pastinya juga sebuah Pura. Tentu saja tidak salah bila lokasi ini disebut-sebut sebagai miniatur kerukunan umat beragama Indonesia.

 

GKL Joyodiningratan dan Masjid Al-Hikmah, Solo

Di Jalan Gatot Subroto, Solo ada dua tempat ibadah yang dibangun secara berdampingan yaitu Gereja Kristen Jawa Joyodiningratan dan juga Masjid Al-Hikmah. Uniknya, dua bangunan ini letaknya berdempetan alias saling berbagi salah satu sisi temboknya. Masyarakat sekitar tempat ini juga dikenal dapat menjaga kerukunan dan tidak saling mengganggu ibadah satu sama lain.

 

Masjid dan gereja Solo

Pengurus masjid dan gereja juga sering bekerjasama untuk menjaga keharmonisan dua agama itu. Misalnya saja bila Idul Fitri jatuh pada hari minggu, pengurus gereja akan mengganti jadwal misa atau kebaktian di hari itu agar umat islam bisa dengan khusyuk melakukan ibadah dan merayakan hari besar itu. Sementara saat bulan Ramadhan tiba tak jarang pengurus gereja menyediakan takjil untuk jamaah muslim. Indah sekali bukan?

 

GPIB Immanuel dan Masjid Agung Jami’, Malang

Di Jawa Timur, keharmonisan antar umat beragama juga dapat dilihat di Kota Malang. Tepat di depan alun-alun kota berdiri Masjid Agung Jami’ didampingi GPIB Immanuel yang sudah berumur sekitar satu abad. Seperti di kota solo, pengurus kedua tempat ibadah ini menjalin kerjasama yang sangat baik.

 

Masjid dan gereja Malang

Dalam perayaan natal misalnya, para remaja mesjid dan banser akan membantu menjaga tempat parkir dan keamanan sekitar gereja. Dan sebaliknya saat Idul Fitri jamaah masjid bisa membludak sampai ke sisi-sisi bangunan gereja.

 

Masjid Al-Muqarrabien dan Gereja Masehi Injil, Jakarta Utara

Jika berjalan di daerah Tanjung Priok, Jakarta Utara, kita dapat melihat bangunan Masjid Al-Muqarrabien dan Gereja Masehi Injil yang berdampingan. Mungkin kalian masih ingat bahwa sempat terjadi kerusuhan tahun 1984 di daerah Tanjung Priok yang mana gereja tersebut hampir saja dibakar. Tapi upaya pembakaran itu gagal karena dilindungi oleh para aktivis masjid.

 

Jakarta Utara

Selain itu para pengurus dua tempat ibadah tersebut juga sangat memikirkan cara agar masing-masing jamaah tidak terganggu saat waktu beribadah tiba bersamaan. Salah satunya dengan memasang loudspeaker menuju arah yang berlawanan dari gereja atau masjid supaya semua khusyuk saat beribadah.

 

Masjid Istiqlal dan Katedral, Jakarta

Ini nih gongnya yang jadi cerminan seluruh Indonesia, letak Masjid Istiqlal yang berdekatan dengan Gereja Katedral. Gedung gereja pertama kali dibangun pada tahun 1891 sebelum kemudian Istiqlal diresmikan pada tanggal 22 Februari 1978. Masjid ini sengaja dibangun berdampingan sebagai lambang persatuan, toleransi, serta semangat persaudaraan.

 

Istiqlal-Katedral

Tentu saja hal itu sesuai dengan Pancasila yang menjadi dasar negara Indonesia. Sama seperti tempat ibadah yang lain, kedua belah pihak bisa saling bahu membahu menjaga keharmonisan saat melakukan ibadah besar.

 

Seru sekali memang bila melihat kompleks ibadah di mana orang-orang disekitarnya selalu berusaha menjaga keharmonisan. Melihat sejarah pembangunan tempat-tempat tersebut tentu saja seharusnya semua masyarakat bisa berdampingan secara harmonis layaknya bangunan-bangunan itu. Kalau masjid dan gereja saja bisa akur, masak manusia nggak?



  Tentang Penulis

by : Hafiz
Saye jak urang sempadian, di sambas sinun... hehehe



Senin, 10 Jul 2017, 21:42:59 WIB Oleh : Hafiz 76 Kali Sebuah Renungan Mudik: Pergi Disyukurin, Lewat Disumpahin, Datang Dinyinyirin


Silahkan Buat akun atau Login untuk Berkomentar dari web!

0 Comment


Oleh : Hafiz 4 Putri Cantik Ustadz ini Berhasil Bikin Pria Berucap Masha Allah Pada : Selasa, 21 Feb 2017, 13:26:26 WIB 977 Kali

Satuem.com - Banyak yang berpendapat bahwa seorang perempuan boleh dibilang cantik bila dia mampu...


Oleh : Hafiz 5 Preman Bengis Ini Ternyata Juga Baik Hati Pada : Sabtu, 18 Feb 2017, 12:08:36 WIB 287 Kali

Satuem.com - Dunia preman memang terkenal dengan jajaran orang-orang bengis. Beberapa sudah...


Oleh : Hafiz 5 Potret Rumah Ibadah Saling Berdampingan Ini Bukti Kerukunan Umat Beragama di Indonesia Pada : Kamis, 23 Feb 2017, 20:21:46 WIB 278 Kali

Satuem.com - Masalah gesekan antar agama sepertinya sudah menjadi hal yang sensitif akhir-akhir...