Rabu, 22 Feb 2017, 11:01:27 WIB, 198 View Hafiz, Kategori : Inspirasi


Satuem.com - Namanya Warsito. Dia seorang Doktor jebolan Teknik Kimia, Universitas Shizuoka, Jepang. Warsito juga bukan ilmuwan sembarangan. Lelaki anak petani  kelahiran Solo, 15 Mei 1967 ini pernah jadi ilmuwan riset senior di Departemen Teknik Kimia dan Biomolekuler Ohio State University, salah satu universitas terkemuka di negeri Paman Sam. Tapi, Warsito kemudian berhenti bekerja di pusat riset itu pada bulan Juli 2006.

Karena prestasinya, Majalah Tempo, salah satu media cetak terkemuka di Tanah Air, menobatkan Warsito sebagai salah satu tokoh pilihan Tempo 2006. Majalah Tempo, mengulasnya secara khusus, bersama tokoh pilihan majalah tersebut.

 

Warsito dan penemuannya

Seabrek prestasi dicapai Warsito. Salah satunya, adalah beberapa hak paten atas nama dirinya. Hak paten tersebut, antara lain, dua buah paten untuk pengolah limbah ultrasonik. Tidak tanggung-tanggung yang memberi hak paten itu adalah kantor paten di Jepang. Dia mendapatkan hak paten atas temuannya itu pada tahun 1999 dan 2000.

 

Hak paten lainnya, adalah empat paten dalam bidang tomografi dua/tiga dimensi. Yang memberikan hak paten juga bukan dari tanah Air, tapi dari kantor paten Amerika Serikat. Ia juga pemegang hak paten di bidang electrical capacitance volume tomography.

Dan, mengutip ulasan di Majalah Tempo, edisi khusus 2006, Warsito adalah penemu teknologi berkelas dunia. Bahkan karena penemuan itu, dia banyak dibicarakan oleh ilmuwan-ilmuwan dunia. Namanya banyak tertera di banyak jurnal ilmiah kelas dunia.

Teknologi yang ditemukannya itu adalah teknologi tomografi medan listrik tiga dimensi atau biasa dikenal dengan electrical capacitance volume tomography (ECVT). Ini adalah teknologi yang bisa diterapkan di bidang kesehatan, yakni untuk mengecek kesehatan seorang pasien dengan cara memindai tubuh. Karena teknologi yang ditemukannya itu, biaya pemindai tubuh bisa sangat murah. Dan, ini sangat menolong para pasien miskin.

Jadi kalau memindai pasien dengan  teknologi ECVT hasil racikan Warsito, biayanya jauh lebih murah dibanding CT Scan atau memakai MRI. Sebagai informasi, MRI itu hanya menghasilkan gambar dua dimensi. Sementara tomografi racikan Warsito, sudah menghasilkan citra gambar tiga dimensi.  Bahkan Warsito telah menggodok patennya yang ketujuh yang membuat ECTV hasil racikannya bisa punya resolusi tinggi.

Temuan Warsito, tidak hanya berguna bagi bidang kedokteran. Tapi bisa pula dipakai untuk berbagai keperluan pemindaian, misalnya untuk reaktor nuklir, hingga isi perut gunung berapi.

Sebagai informasi lagi, karena temuannya, AM Cormack dan G.N Hounsfield, penemu CT Scan, dinobatkan jadi peraih Nobel Bidang Fisiologi dan Kedokteran pada 1979. Begitu juga penemu MRI, Paul C Lauter-bur dan Peter Mansfield, diganjar Nobel karena temuannya pada tahun 2003. Dan, tahu kah kamu, Warsito menemukan itu saat ia melakukan riset di sebuah rumah toko. Jadi bukan menemukan itu di pusat riset dengan fasilitas modern dan maju.

 

Warsito, anak petani yang jadi doktor dan penemuannya menyelamatkan banyak orang

Selain jadi ilmuwan, Warsito juga aktif di beberapa organisasi non profit. Salah satunya, pernah jadi Ketua Masyarakat Ilmuwan dan Teknologi Indonesia (MITI) periode 2005-2007. Di luar itu, Warsito juga didapuk sebagai pembimbing mahasiswa program master dan dokter di tiga universitas terkemuka. Tiga universitas itu adalah, Universitas Shizuoka, Jepang, Ohio State University Amerika Serikat dan Universitas Indonesia.

 

Saat ini, Warsito sudah punya pusat riset dan tempat produksi tomografi tiga dimensi yang ada di Tangerang. Pusat riset itu dibangun bekerjasama dengan investor di dalam negeri.

Nah, Indonesia harus berbangga. Ternyata, banyak anak bangsa yang punya prestasi kelas dunia. Bahkan hasil temuannya bisa mengalahkan temuan peraih Nobel. Sangat istimewa. Kuncinya adalah kerja keras, didukung tekad baja untuk melahirkan sebuah karya hebat. Warsito bisa membuktikan itu, meski ia hanya anak seorang petani.



  Tentang Penulis

by : Hafiz
Saye jak urang sempadian, di sambas sinun... hehehe



Senin, 10 Jul 2017, 21:42:59 WIB Oleh : Hafiz 161 Kali Sebuah Renungan Mudik: Pergi Disyukurin, Lewat Disumpahin, Datang Dinyinyirin


Silahkan Buat akun atau Login untuk Berkomentar dari web!

0 Comment


Oleh : Hafiz 4 Putri Cantik Ustadz ini Berhasil Bikin Pria Berucap Masha Allah Pada : Selasa, 21 Feb 2017, 13:26:26 WIB 1360 Kali

Satuem.com - Banyak yang berpendapat bahwa seorang perempuan boleh dibilang cantik bila dia mampu...


Oleh : Hafiz 5 Potret Rumah Ibadah Saling Berdampingan Ini Bukti Kerukunan Umat Beragama di Indonesia Pada : Kamis, 23 Feb 2017, 20:21:46 WIB 404 Kali

Satuem.com - Masalah gesekan antar agama sepertinya sudah menjadi hal yang sensitif akhir-akhir...


Oleh : Hafiz 5 Preman Bengis Ini Ternyata Juga Baik Hati Pada : Sabtu, 18 Feb 2017, 12:08:36 WIB 396 Kali

Satuem.com - Dunia preman memang terkenal dengan jajaran orang-orang bengis. Beberapa sudah...